When The Dreamer Told

Aku adalah "sang pemimpi". Hari ini aku sedang memimpikan tentang masa depan dan masa muda aku yang begitu indah , dimana aku bisa meraih gelar sarjana itu dengan hasil kerja kerasku sendiri. aku tinggal di Bandung itu sudah satu tahun lebih , bahkan mimpi mimpi tentang segala hal yang setiap hari nya selalu ada sudah tidak tertampung pada tempat mimpi itu di memori otakku. 

Hai guys, aku Fia. Fia Hanifa Nur Rahmah lebih tepatnya nama yang tertulis di Akta Kelahiranku. Yang sekarang sedang mencari jati dirinya di daerah orang , yaitu Bandung. Sebuah kota kembang sebagian orang menjulukinya. Aku betah tinggal disini, dengan pekerjaan yang tidak begitu sulit,lingkungan ramah , teman yang baik, orang sekitar yang peduli. Tapi ada satu keyakinan yang merubah mimpiku pada hari itu . Akan ku ceritakan semua kisah singkat nya disini, yang mungkin dengan menulis semua kisahku itu bisa sedikit membuatku tenang. Yaa itu alasan kenapa aku membuat blog.

Hari itu , seperti biasa berangkat kerja di pagi hari tepatnya jam 07.00 WIB. Ketika sang mentari timur yang masih memberi kehangatan tubuh, memberi nuansa ceria, menambah topik cerita, dan menyejukkan jiwa. Ada hal lain yang terjadi di pagi tu , aku merasa suasana  damai Bandung menjadi berbeda. Lalu hati berkata " Fia kamu harus pulang". Sebenarnya aku bingung , kenapa hati berkata seperti itu , seolah olah ia tidak menyetujui akan semua mimpi ku selama ini.  Sampai aku berfikir dan terus berfikir setiap hari nya . Kemana kaki melangkah ? Bagaimana aku bisa memudarkan semua mimpiku selama ini ? Kapan aku akan bangkit kembali jika sekarang waktunya aku harus terjatuh ? . Saat itu aku lupa dengan tuhan. aku lupa kalau hidup ku yang akan datang masih tertulis dalam skenario nya, aku lupa meminta , aku lupa  memohon petunjuk. aku masih dengan ego tinggi , emosi jiwa yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun dan apapun.

Banyak yang bilang kalau aku akan menyesali hal ini suatu saat nanti. Tapi hari itu aku begitu yakin dan percaya diri kalau aku memiliki keputusan baik , karena dalam imajinasiku saat itu kalau aku pulang , aku bisa lebih dekat dengan keluarga, teman , saudara dan lingkungan desa yang aku rindukan satu tahun ini. Aku bisa lebih mudah merawat nenek yang sakit, ibu yang sakit , adik yang kesulitan mengerjakan PR. Tapi pandangan orang lain berbeda. Bila aku pulang , aku hanya akan menyusahkan orang tua ku lagi , karena tunggakan itu yang rutin harus aku bayar tidak bisa aku tinggalkan. Itu yang membuat aku emosi, marah dan merasa tidak dipercaya oleh orang yang aku percaya pula di tempat perantauanku akibat perkataannya tentang tunggakan itu.

Aku itu orang yang tanggung jawab sebenarnya, orang yang berani mengambil resiko , yang berani menghadapi masalah, namun memang terkadang aku merasa takut dan membuat kebanyakan orang yang melihat aku ini kekanak kanakan dan bisa lari meninggalkan masalah. Dan aku sakalinya kecewa kepada seseorang , tidak akan pernah bisa mengembalikkan sikap semula. Aku yakin setelahnya aku melewati hari itu dengan kekecewaan dan kesedihan, aku bisa bangkit tanpa penyesalan. 

Hari demi hari tak terasa aku lewati dengan mudah dan nyamannya , tanpa merasa sakit saat angin badai menerjang jiwa, tanpa merasa kesal ketika sang pujaan tak datang menghampiri, tanpa kecewa saat sang mimpi tak kunjung terjadi. Mungkin tekad dan keyakinan aku untuk kembali meninggalkan semua mimpi dan hal indah di Bandung memang sudah benar. Dengan ego yang sudah aku kurangi , maaf yang sudah aku beri pada orang yang mengecewakan, ikhlas dengan semua jalan dan alur cerita yang harus aku jalani, aku kembali mengingat tuhan. Dimalam itu , dalam sujud istikharah ku , menyalurkan semua mimpi dan keyakinan ku pada tuhan , dan mulai meminta petunjuk di setiap doa.

Jalan ini bukanlah jalan yang sang pemimpi lakukan seharusnya, yang berani berjuang tanpa ada kata menyerah dalam mengejar mimpinya.Tapi sang pemimpi akan memulai kembali membuat mimpinya ditempatnya kembali, dengan mimpi yang lebih banyak lagi dan lebih indah lagi. " My dream never lost from the time, place, anymore. But my dream will come everyday, every moment. Because I'm a dreamer. - Fia Hanifa"

Komentar

Postingan Populer