APA ARTI SEBUAH RASA?


Kadang aku berfikir,  sesibuk itukah kita?  Aku iri pada mereka yang selalu ada. Aku iri pada mereka yang saling membentak karena cemburu,  aku iri pada mereka yang saling marah karena tak memberi kabar.  Tapi bukan berarti aku menginginkan hal yang sama seperti mereka. Aku iri bukan karena aku harus menjadi mereka.  Tapi aku iri karena mereka selalu mempunyai hal hal menarik semacam itu. Bukan hal datar, saling membohongi,  tidak jujur,  bahkan seakan tak peduli.  Apa arti sebuah rasa sebenarnya? 

Kala itu,  yang aku ketahui dan bayangkan jika aku memiliki sebuah rasa pada seseorang dia akan menjadi teman berbagi dalam segala hal selain orangtua ku.  Dia akan menjadi orang penting yang harus aku beritahu tentang segala hal yang menimpaku.  Setidaknya aku tidak merasa sendiri akan kesedihan yang aku alami. But,  in the factnya,  pemikiran aku kala itu sangat jauh dari kenyataan.  Kita sama2 diam,  kita sama2 saling menutupi, kita sama2 menutup mulut akan kesedihan masing2.  Apa yang kita lakukan saat bersama ? Yang aku lakukan, just FAKE SMILE. Beraaaat banget cerita. Padahal dalam hati aku bergumam sendiri. Bahkan hal yang harus aku cerita kan adalah tentang kita sekalipun,  aku tetap diam. Otak terus bertanya kenapa, hati tak bisa menjawabnya. Jantung tidak akan berdegup begitu kencang jika aku tidak menyukainya,  hati tidak akan gelisah jika aku tak mengkhawatirkannya.  Aku mencoba sangat memahami, bahkan aku sangat mempercayainya.  Walaupun jarak memisahkan kita untuk tak saling bertatap,  negatif thinking yg selalu hadir tiap harinya selalu aku buang jauh2,  percaya bahwa dia masih bisa menjaga hatinya.

Jika aku membandingkan diri dengan wanita masalalu nya,  rasaku sakit. Aku tak bisa dibandingkan dengan mereka.  Apa yang dia lihat dariku sekarang?  Aku tak punya apa2 untuk dibanggakan. Aku tak punya apa-apa untuk aku tunjukkan sebagai kelebihan.  Bukan aku rendah diri,  bukan aku tak punya harga diri dan kepercayaan diri.  Tapi memang itu yang aku rasakan. Iya itu.

Sempat aku mengutarakan ini , karena semakin aku diam , aku semakin tak tentu menentukan arah hidup dan hati. Sekarang aku tau jawabnya , aku tau maksud dari sikapnya, aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang , aku mengerti keadaan dalam dirinya. Aku mencoba memahami dan mulai mengubah pola fikirku sebelumnya. Sakit memang. Dia dan aku berbeda. Sekarang aku merasa sudah tidak punya kecocokan lagi. Aku mulai merasa tidak nyaman dan bosan . Andai dia tau , tentang hal yang aku tulis di diary yang setiap malam aku buka dengan air mata karena saat itu selalu terbersit bahwa hal hal yang aku lihat dan baca pada waktu itu hanya akan menjadi sebuah kenangan.

Kenapa aku tulis hanya di blog ? Kenapa aku tak mengatakan langsung ? Entahlah , aku bahkan mengalah. Dan akan selalu mengalah . Aku kubur dalam-dalam inginku tentangnya.
Dan akankah aku dan dia berakhir sampai disini ?

Komentar

Postingan Populer