APA ARTI SEBUAH RASA?
Kala itu, yang aku
ketahui dan bayangkan jika aku memiliki sebuah rasa pada seseorang dia akan
menjadi teman berbagi dalam segala hal selain orangtua ku. Dia akan menjadi orang penting yang harus aku
beritahu tentang segala hal yang menimpaku.
Setidaknya aku tidak merasa sendiri akan kesedihan yang aku alami. But, in the factnya, pemikiran aku kala itu sangat jauh dari
kenyataan. Kita sama2 diam, kita sama2 saling menutupi, kita sama2 menutup
mulut akan kesedihan masing2. Apa yang kita
lakukan saat bersama ? Yang aku lakukan, just FAKE SMILE. Beraaaat banget
cerita. Padahal dalam hati aku bergumam sendiri. Bahkan hal yang harus aku
cerita kan adalah tentang kita sekalipun,
aku tetap diam. Otak terus bertanya kenapa, hati tak bisa menjawabnya. Jantung
tidak akan berdegup begitu kencang jika aku tidak menyukainya, hati tidak akan gelisah jika aku tak
mengkhawatirkannya. Aku mencoba sangat
memahami, bahkan aku sangat mempercayainya.
Walaupun jarak memisahkan kita untuk tak saling bertatap, negatif thinking yg selalu hadir tiap harinya
selalu aku buang jauh2, percaya bahwa
dia masih bisa menjaga hatinya.
Jika aku membandingkan diri dengan wanita masalalu nya, rasaku sakit. Aku tak bisa dibandingkan dengan
mereka. Apa yang dia lihat dariku
sekarang? Aku tak punya apa2 untuk
dibanggakan. Aku tak punya apa-apa untuk aku tunjukkan sebagai kelebihan. Bukan aku rendah diri, bukan aku tak punya harga diri dan
kepercayaan diri. Tapi memang itu yang
aku rasakan. Iya itu.
Sempat aku mengutarakan ini , karena semakin aku diam , aku
semakin tak tentu menentukan arah hidup dan hati. Sekarang aku tau jawabnya ,
aku tau maksud dari sikapnya, aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang , aku
mengerti keadaan dalam dirinya. Aku mencoba memahami dan mulai mengubah pola
fikirku sebelumnya. Sakit memang. Dia dan aku berbeda. Sekarang aku merasa
sudah tidak punya kecocokan lagi. Aku mulai merasa tidak nyaman dan bosan .
Andai dia tau , tentang hal yang aku tulis di diary yang setiap malam aku buka
dengan air mata karena saat itu selalu terbersit bahwa hal hal yang aku lihat
dan baca pada waktu itu hanya akan menjadi sebuah kenangan.
Kenapa aku tulis hanya di blog ? Kenapa aku tak mengatakan
langsung ? Entahlah , aku bahkan mengalah. Dan akan selalu mengalah . Aku kubur
dalam-dalam inginku tentangnya.
Dan akankah aku dan dia berakhir sampai disini ?


Komentar
Posting Komentar