Saat Seorang Teman Memberi Keraguan

Apa yang orang lain lakukan dan rasakan ketika mereka sedang menyerah akan mimpi dan cita2nya ? Ketika putus asa itu datang, apa yang membuat mereka bangkit dan termotivasi kembali ? Bagaimana orang lain menghadapi situasi tersebut ? Iya, aku perlu tau yang mereka lakukan. Aku perlu membenahi diri agar bisa bersemangat lagi meraih mimpi.

Terlepas dari motivasiku meraih mimpi , aku juga kadang selalu penasaran dengan orang2 indonesia, terutama di daerah aku tinggal. Kenapa hanya sebuah style fashion seseorang selalu diperguncingkan ? Ya jadi hari itu aku mencoba memakai pakaian yang agak berbeda dari biasanya. Aku tidak merasa salah dengan apa yang aku pakai sekarang. Masih menutup aurat, warna mach, dan masih sopan untuk setelan kerja. Perbedaannya, yang biasanya aku pakai celana, sekarang aku pakai rok. Dan apa yang mereka katakan ? Neng Syar’i ! itu julukannya, entah itu sebuah ledekan atau pujian , yang jelas aku merasa sakit hati entah kenapa.



Itu perubahan yang amat kecil dari segi penampilan. Aku mencoba berada pada keadaan yang seharusnya, entah akan seperti apa jika aku benar2 menggunakan pakaian syar’i sesungguhnya, apa mungkin tidak akan ada yang mau berteman lagi karena aku mulai berbeda dengan mereka ? Astaghfirullah, ini bukan karena aku mengada-ngada keadaan yang belum terjadi , tapi karena memang diriku lahir batin yang belum siap dan tidak ada niat serius hijrah yang sesungguhnya. Aku sendiri yang merasa asing dengan ketidak percayaan diri. Iya aku sadar betul.

Aku menyadari ajaran keluarga dipesantren dekat rumah itu menyejukkan sebenarnya. Justru keluargaku sendiri yang belum bisa lebih dekat dengan tuhannya. Agama itu privasi hidup seseorang, itu urusan Dia (Manusia) dengan Tuhannya. Nah, lalu yang kita lakukan dari sebuah usaha kita mendekatkan diri apa pantas di guncingkan seperti tu ? Jujur sangat tidak nyaman dan malah mempersempit kepercayaan diriku sendiri. Jadi, apa mereka pantas menjadi seorang teman ?

Komentar

Postingan Populer